WARNAI HARIMU DI RUMAH WARNA-WARNI JODIPAN-MALANG

Di Jawa Timur, tepatnya di Kota Malang terdapat kampung yang kumuh dan tidak terawat. Tetapi, sekarang banyak dikunjungi penggemar dari luar maupun dari dalam kota.
Asal Usul Kampung Warna-Warni Malang

Berawal dari ide kampung warna-warni di Kota Malang ini digagas oleh sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan praktikum Public Relations (PR) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Praktikum ini merupakan tugas mata kuliah PR II yang mewajibkan mahasiswanya untuk menyelenggarakan sebuah event serta management event dengan menggandeng lembaga atau perusahaan.
Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 8 orang ini diantaranya Dinni Anggraeni, Nabila Firdausyiah, Ira Yulia Astutik, Salis Fitria, Ahmad Wiratman, Fahd Afdallah Ramadhan, Wahyu Fitri dan Elmi Rukhiatun.

Kampung Juanda di Jodipan yang selama ini terkenal kumuh menjadi lebih bersih serta dapat mengubah perilaku warga mengenai sanitasi serta kebiasaan warga yang sering membuang sampah di sungai. Dipilhnya kampung Juanda oleh sebab lokasinya bisa dilihat langsung dari jembatan Embong Brantas Jalan Gatot Subroto, sehingga ketika selesai di cat, akan menjadi pemandangan yang menarik. Inspirasi kampung warna-warni ini datangnya dari rumah kotak-kotak warna-warni di Desa Favela, Rio de Janeiro, Brasil.

Guyspro kemudian menawarkan gagasan ini kepada warga setempat dan gagasan ini langsung disetujui. Selanjutnya, untuk merealisasikan konsep kampung warna-warni ini, Guyspro mengajak kerja sama PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA). Gayung bersambut, PT INDANA menjadikan Kampung Warna Warni ini sebagai bagian dari program CSR mereka, sebagai bentuk kepedulian sosial kepada kota Malang. Akhirnya program CSR ini berjalan dengan nama “Decofresh Warnai Jodipan”.


Pengecat tembok hingga atap rumah di kampung ini, mereka melibatkan komunitas mural serta para seniman. Pengecatan dilakukan tukang cat yang disediakan oleh PT Indana, tim Guyspro serta warga setempat. Untuk pengecatan rumah-rumah yang tinggi, bantuan didapatkan dari Batalion 464 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU Malang. Warga yang tidak ikut mengecat, biasanya membantu dalam urusan konsumsi dan lain sebagainya. Jumlah rumah yang dicat di Jodipan mencapai 100 unit. Jumlah cat yang dihabiskan untuk mewarnai kampung warna-warni ini mencapai 3 ton Decofresh dengan varian 15 warna.

Setelah selesai di cat, kampung ini langsung menarik perhatian orang-orang yang melintasi jembatan dan membuat kunjungan wisatawan ke kampung Juanda meningkat. Warga yang dulunya kurang menjaga kebersihan kampung dan seringkali membuang sampah di sungai sekarang menjadi malu untuk melakukan hal itu karena banyaknya wisatawan yang datang tersebut.

Rencana kelompok mahasiswa yang ingin mengubah perilaku masyarakat setempat soal sanitasi serta kebersihan ternyata menghasilkan dampak yang luar biasa, bukan hanya perilaku masyarakat setempat yang berubah, namun menciptakan objek wisata baru di Kota Malang yang mampu mendatangkan wisatawan hingga lebih dari 500 pada akhir pekan. Ekonomi masyarakat setempat juga menjadi lebih baik, terutama yang membuka usaha kios, toko, warung dan sebagainya.

Tidak hanya kampung Juanda di Kelurahan Jodipan saja yang dijadikan kampung warna-warni, perkampungan di sebelah utara sungai (Kelurahan Kesatrian) juga yang berikutnya dicat dengan konsep gambar-gambar 3 Dimensi mendominasi tembok rumah warga.Untuk ulasan mengenai Kampung Tridi, bisa dibaca dalam blog nnoart ini juga.

Spot Menarik di Kampung Warna Warni Malang
Kampung warna-warni di Kota Malang ini memang sangat menarik, cukup banyak spot-spot keren untuk anda jadikan latar foto selfie. Mulai dari jembatan Embong Brantas dengan latar kampung Juanda, di dalam gang-gang sempit permukiman yang menyerupai labirin hingga tembok berwarna pink dan biru langit polos yang cukup diminati para wisatawan sebagai latar foto mereka.

Berdasarkan hasil eksplorasi saya di Kampung Wisata Jodipan (belum sempat untuk eksplorasi seluruhnya), berikut ini adalah spot-spot yang disukai para wisatawan sebagai latar foto:

1. Jembatan Embong Brantas

Setiap orang yang melintasi jembatan Embong Brantas yang terletak sekitar 500 meter sebelah selatan dari stasiun kota Malang ini tentunya akan langsung terpana saat melihat deretan perkampung warna-warni di sebelah timur jembatan. Tidak heran banyak wisatawan sangat menyukai pemandangan dari jembatan ini yang dapat melihat keseluruhan Kampung Warna Warni Jodipan maupun Kampung Tridi Kesatrian di sebelahnya.

Orang-orang yang sekedar melintas dengan kendaraan biasanya melambatkan laju kendaraan mereka untuk melihat pemandangan spektakuler ini. Ditambah dengan wisatawan yang menjubeli jembatan menyebabkan kemacetan tidak dapat dihindari, terutama saat jam-jam ramai.

2. Lantai dan Tambok Warna-Warni di Bawah Jembatan

Ini merupakan spot yang cukup baru, wisatawan yang baru datang sekali ke Kampung Warna-Warni wilayah Jodipan maksimal sebelum bulan November 2016.
Lokasi spot ini terletak tepat di bawah jembatan Embong Brantas (ujung selatan). Jika dariarah pintu masuk (tempat membayar tiket masuk) Jl. IR Juanda gang IA RT 09 (gapura dengan keramik warna hijau) yang berada di ujung selatan jembatan, anda akan menuruni tangga. Setelah itu belok kiri, ada gambar 3 dimensi seorang pesumo pada tembok berwarna jingga. Ujung dari lorong itu tepat di bawah jembatan, dimana terlihat tembok warna-warni mulai dari merah muda, biru tua dan hijau serta lantai yang juga dicat menyerupai lingkaran cahaya warna-warni. Rangka jembatan di sebelahnya yang juga di-cat warna-warni menjadikan latar foto di spot ini sangat diminati para pengunjung. Tidak heran, pengunjung saling bergantian untuk foto dengan latar tembok, lantai dan jembatan tersebut.

3. Lorong Payung

Setelah keluar dari spot nomor 2, kembali lagi ke gang yang pertama dan belok kiri melewati gang sempit kita akan menuruni anak tangga. Setelah beberapa langkah, pengunjung akan melewati lorong rumah warga dengan payung warna-warni bergelantungan di atasnya. Payung beraneka warna tersebut juga sangat diminati para pengunjung kampung warna warni Malang. Terdapat beberapa kios serta tempat duduk di bawah payung, sehingga beberapa pengunjung biasanya menyempatkan beristirahat di tempat ini sambil sesekali foto selfie atau wefie. Karena lorong ini merupakan salah satu jalur utama di kompleks kampung Juanda, susah mendapatkan momen saat lorong ini benar-benar sepi.

4. Topi Petani dan T-Rex 3 Dimensi

Beberapa langkah dari payung, ada spot yang juga cukup menarik. Terdapat ukiran gambar 3 dimensi seekor T-Rex serta 9 topi warna warni bergambar Spongebob, Hello Kitty, Angry Birds, Pokemon  dipajang di sebelah gambar T-Rex tersebut. Tersedia juga beberapa topi petani yang bisa dipakai pengunjung dengan cuma-cuma agar penampilannya lebih unik. Untuk gambar T-Rex 3 Dimensi, gambarnya terlihat seperti seekor T-Rex yang siap memangsa korbannya. Beberapa pengunjung yang berfoto dengan latar T-Rex ini biasanya bergaya seolah-olah siap dimakan T-Rex tersebut.

Sekilas dari cerita Kampung Warna-Warni Jodipan, mari kita semua merubah dari hal kecil dengan membuang sampah pada tempatnya. Sehingga kampung kita terlihat indah dan bersih. Bersyukur sekali jika di car warna seperti Kampung Jodipan di Malang, sehingga tampak bagus dan bisa menambah penghasilan warga dan juga penambahan devisa kota.

Eco News / Deny Sulviana Maharani

Sumber dari:
http://www.nnoart.com/2016/12/kampung-warna-warni-jodipan-malang-wisata-keren-baru.html

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: